Bhagavad-gita Menurut Aslinya (Size: Besar)




Harga Rp. 175.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Spesifikasi


KategoriBuku, Kitab Suci, Bhagavad-gita, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami
 Prabhupada, Mahabharata, Agama dan Kepercayaan, 
JudulBhagavad-gita Menurut Aslinya (Bhagavad-gita As It Is)
PenulisSri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada
PenerbitBBT (Bhaktivedanta Book Trust) Indonesia.
Jumlah Bab/ Halaman18 Bab/ 915 halaman
Berat500 gram
Minimum Order1 buah
Ongkos KirimRp. 25.000 - Rp. 35.000
GaransiTidak Ada
Dikirim dariBatam
UkuranBesar
Desain CoverTebal
KodeGITAL250
Dilihat1008 kali
HargaRp. 175000
DiskonRp.   -
Harga setelah Diskon Rp. 175000

Deskripsi :


Kata Pengantar

Prakata

Semula saya menyusun Bhagavad-Gita Menurut Aslinya dalam bentuk seperti edisi ini. Ketika buku ini diterbitkan pertama kalinya, sayang sekali naskah yang asli disingkat menjadi kurang dari 400 halaman, tanpa gambar maupun penjelasan mengenai kebanyakan ayat Srimad Bhagavad-Gita. Di dalam semua buku hasil karya saya yang lainnya Srimad-Bhagavatam, Sri Isopanisad, dan lain-lain—sistem yang saya gunakan adalah ayat asli dalam huruf Sansekerta, ayat yang asli ditulis dengan huruf Latin, sinonim Sansekerta—Inggris kata demi kata, terjemahan dan penjelasan. Dengan cara demikian buku itu menjadi otentik sekali sesuai dengan taraf kesarjanaan sehingga artinya cukup jelas. Karena itu, saya tidak senang ketika terpak-sa meringkas naskah yang asli. Tetapi kemudian, setelah minat terhadap Bhagavad-Gita Menurut Aslinya meningkat, banyak sarjana dan penyembah memohon agar saya menerbitkan buku ini dalam bentuknya yang asli. Messrs. Macmillan and Co. setuju untuk menerbitkan edisi yang lengkap. Jadi, dengan ini diusahakan untuk mempersembahkan naskah asli kitab pengetahuan yang mulia ini serta penjelasan parampara yang lengkap guna memantapkan perkumpulan Kesadaran Krishna dengan teguh dan lebih progresif lagi.

           
 Perkumpulan Kesadaran Krishna sejati, dibenarkan dalam sejarah, wajar dan bersifat rohani, karena perkumpulan Kesadaran Krishna berdasarkan Bhagavad-Gita Menurut Aslinya. Perkumpulan Kesadaran Krishna berangsur-angsur menjadi perkumpulan yang sangat populer di seluruh dunia, khususnya di kalangan generasi muda. Dan juga semakin menarik hati generasi tua. Generasi tua semakin tertarik, sehingga ayah dan kakek murid-murid saya memberikan semangat kepada para anggota perkumpulan dengan menjadi anggota penyokong International Society for Krishna Consciousness. Di mana-mana banyak bapak dan ibu datang menemui saya untuk menyampaikan rasa syukur karena saya memimpin Perkumpulan Kesadaran Krishna di seluruh dunia. Ada di antara mereka yang mengatakan bahwa orang sekarang sangat beruntung karena saya memulai perkumpulan Kesadaran Krishna. Tetapi sebenarnya ayah perkumpulan ini ialah Sri  Krishna Sendiri, sebab Perkumpulan Kesadaran Krishna sudah mulai sejak masa lampau dan turun-temurun dalam masyarakat manusia melalui garis perguruan. Kalau saya patut menerima penghargaan sehubungan dengan hal ini, seharusnya penghargaan itu tidak diberikan kepada saya pribadi, melainkan kepada guru kerohanian saya yang kekal, yaitu Sri Srimad Paramahamsa Parivrajakarcarya 108 Sri  Srimad  Bhaktisiddhanta Sarasvati   Gosvami  Maharaja  Prabhupada.

    Kalau saya sendiri patut diberi penghargaan dalam hal ini, itu hanya karena saya sudah berusaha menyampaikan Bhagavad-Gita Menurut Aslinya, tanpa pencemaran. Sebelum saya menerbitkan Bhagavad-Gita Menurut Aslinya, hampir semua edisi Bhagavad-Gita dalam bahasa Inggris diterbitkan hanya untuk memenuhi ambisi pribadi seseorang. Sedangkan usaha kami dalam menyampaikan Bhagavad-Gita Menurut Aslinya adalah untuk menyampaikan misi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna. Tugas kami adalah menyampaikan kehendak Krishna, bukan kehendak orang duniawi yang berangan-angan seperti seorang tokoh politik, filosof atau ahli ilmu pengetahuan lainnya, sebab pengetahuan mereka tentang Krishna sangat terbatas, kendatipun mereka memiliki banyak pengetahuan di bidang lain. Apabila Sri  Krishna
bersabda, man-mana bhava mad-bhakto mad-yaji mam namaskuru, dan seterusnya, banyak orang yang namanya saja sarjana mengatakan Krishna berbeda dari jiwa di dalam hati Krishna; tetapi kami tidak mengatakan demikian.

Krishna adalah mutlak, dan tidak ada perbedaan antara nama Krishna, bentuk Krishna, sifat Krishna, kegiatan Krishna, dan lain sebagainya. Kedudukan Krishna yang mutlak sulit dipahami oleh orang yang bukan penyembah Krishna dalam sistem parampara  (garis perguruan). Pada umumnya orang yang namanya saja sarjana, tokoh politik, ahli filsafat, dan swami, yang belum memiliki pengetahuan yang sempurna tentang Krishna, berusaha mengasingkan atau membunuh Krishna dengan mengarang tafsiran Bhagavad-Gita. Tafsiran Bhagavad-Gita yang tidak dibenarkan seperti itu disebut Mayavada-bhasya, dan Sri Caitanya sudah memberikan peringatan kepada kita tentang orang yang tidak dibenarkan seperti itu. Sri Caitanya Mahaprabhu mengatakan dengan jelas bahwa siapa pun yang berusaha mengerti Bhagavad-Gita dari segi pandangan Mayavadi akan berbuat kesalahan besar. Kesalahan seperti itu mengakibatkan murid Bhagavad-Gita yang tersesat pasti akan bingung dalam menempuh jalan bimbingan rohani dan tidak akan dapat pulang—kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Satu-satunya maksud kami ialah menyampaikan Bhagavad-Gita Menurut Aslinya untuk membimbing murid yang terikat kepada tujuan yang sama dengan maksud turunnya Krishna ke planet ini sekali dalam satu hari menurut perhitungan Brahma, atau satu kali setiap 8.600.000.000 tahun. Maksud tersebut dinyatakan dalam Bhagavad-Gita, dan kita harus mengakui maksud itu menurut aslinya; kalau tidak demikian, tidak ada gunanya berusaha untuk mengerti Bhagavad-Gita maupun Sri  Krishna yang bersabda dalam Bhagavad-Gita. Sri  Krishna menyabdakan Bhagavad-Gita untuk pertama kalinya kepada dewa matahari beratus-ratus juta tahun yang lalu. Kita harus mengakui kenyataan ini dan dengan demikian mengerti makna Bhagavad-Gita dalam sejarah berdasarkan kekuasaan Krishna tanpa menyalahtafsirkan. Menafsirkan Bhagavad-Gita tanpa mempedulikan kehendak Krishna merupakan kesalahan besar. Untuk menyelamatkan diri dari kesalahan tersebut, orang harus mengerti Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana Krishna dipahami secara langsung oleh Arjuna, murid Sri  Krishna yang pertama. Pengertian Bhagavad-Gita seperti itu sungguh-sungguh bermanfaat dan dibenarkan demi kesejahteraan masyarakat manusia dalam memenuhi tujuan hidup.
   
Perkumpulan Kesadaran Krishna dibutuhkan dalam masyarakat manusia, sebab perkumpulan Kesadaran Krishna memberikan kesempurnaan hidup tertinggi. Kenyataan ini dijelaskan sepenuhnya dalam Bhagavad-Gita. Sayang sekali, orang yang bertengkar di bidang duniawi sudah mengambil untung dari Bhagavad-Gita untuk mengembangkan sifat-sifat mereka yang jahat dan menyesatkan orang lain tentang pengertian yang sebenarnya mengenai prinsip-prinsip dasar kehidupan. Sepatutnya semua orang mengetahui bagaimana Tuhan Yang Maha Esa atau Krishna adalah Tuhan Yang Mahabesar, dan hendaknya mengetahui kedudukan makhluk hidup yang sebenarnya. Sebaiknya semua orang mengetahui bahwa makhluk hidup adalah hamba untuk selamanya, dan kalau seseorang tidak mengabdikan diri kepada Krishna, maka ia harus mengabdikan diri kepada khayalan dalam berbagai jenis perwujudan dari tiga sifat alam. Dengan demikian, ia harus mengembara dalam peredaran kelahiran dan kematian untuk selamanya; para Mayavadi  yang berangan-angan dan sudah mencapai pembebasan hanya dalam nama saja juga harus mengalami proses tersebut. Pengetahuan ini merupakan ilmu pengetahuan yang mulia, dan setiap makhluk hidup harus mendengar ilmu pengetahuan ini demi kebaikan dirinya.

Hati kebanyakan orang pada umumnya—khususnya pada jaman Kali ini—terpikat oleh tenaga luar Krishna, dan mereka salah sangka seolah-olah dengan kemajuan kesenangan material saja setiap orang akan berbahagia. Mereka tidak memiliki pengetahuan apa pun bahwa tenaga alam atau tenaga luar sangat kuat, sebab semua orang diikat ketat oleh hukum-hukum alam yang keras. Makhluk hidup bahagia sebagai bagian dari Tuhan yang mempunyai sifat yang sama seperti Tuhan, dan dengan demikian fungsinya yang wajar ialah segera mengabdikan diri kepada Tuhan. Orang yang terpesona oleh khayalan berusaha mendapat kebahagiaan dengan cara melayani kepuasan indria-indria pribadi dalam pelbagai bentuk yang tidak akan pernah membahagiakan dirinya. Daripada memuaskan indria-indria jasmani-nya sendiri, lebih baik ia memuaskan indria-indria Tuhan Yang Maha Esa.

Itulah kesempurnaan hidup tertinggi. Tuhan menginginkan demikian, dan Tuhan menuntut hal ini. Orang harus mengerti titik pusat Bhagavad-Gita tersebut. Perkumpulan Kesadaran Krishna mengajarkan titik pusat tersebut di seluruh dunia. Kami tidak mencemari tema Bhagavad-Gita Menurut Aslinya. Siapa pun yang sungguh-sungguh tertarik untuk memperoleh manfaat de ngan mempelajari Bhagavad-Gita sebaiknya menerima bantuan perkumpulan Kesadaran Krishna untuk mengerti Bhagavad-Gita secara nyata di bawah bimbingan Tuhan Yang Maha Esa secara langsung. Karena itu, kami harap agar setiap orang memperoleh manfaat tertinggi dengan mempelajari Bhagavad-Gita Menurut Aslinya sebagaimana disampaikan di sini, dan jika satu orang saja menjadi penyembah Tuhan yang murni, maka kami menganggap upaya kami sukses.

12 Mei 1971
Sydney, Australia
A. C. Bhaktivedanta Swami



Bhagavad-gita Menurut Aslinya
Bhagavad-gita As It Is

His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda
Founder Ācārya of the International Society for Krishna Consciousness


Bab 1: Meninjau Tentara-tentara di Medan Perang Kuruksetra
Chapter One: Observing the Armies on the Battlefield of Kurukṣetra
Bab 2: Ringkasan Isi Bhagavad-gita
Chapter Two: Contents of the Gītā Summarized
Bab 3: Karma-yoga
Chapter Three: Karma-yoga
Bab 4: Pengetahuan Rohani
Chapter Four: Transcendental Knowledge
Bab 5: Karma-yoga—Perbuatan dalam Kesadaran Krishna
Chapter Five: Karma-yoga – Action in Kṛṣṇa Consciousness
Bab 6: Dhyana-yoga
Chapter Six: Dhyāna-yoga
Bab 7: Pengetahuan Tentang Yang Mutlak
Chapter Seven: Knowledge of the Absolute
Bab 8: Cara Mencapai Kepada Yang Mahakuasa
Chapter Eight: Attaining the Supreme
Bab 9: Pengetahuan Yang Paling Rahasia
Chapter Nine: The Most Confidential Knowledge
Bab 10: Kehebatan Tuhan Yang Mutlak
Chapter Ten: The Opulence of the Absolute
Bab 11: Bentuk Semesta
Chapter Eleven: The Universal Form
Bab 12: Pengabdian Suci Bhakti
Chapter Twelve: Devotional Service
Bab 13: Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan Kesadaran
Chapter Thirteen: Nature, the Enjoyer and Consciousness

Bab 14: Tiga Sifat Alam Material
Chapter Fourteen: The Three Modes of Material Nature
Bab 15: Yoga Berhubungan dengan Kepribadian Yang Paling Utama
Chapter Fifteen: The Yoga of the Supreme Person
Bab 16: Sifat Rohani dan Sifat Jahat
Chapter Sixteen: The Divine and Demoniac Natures
Bab 17: Golongan-golongan Keyakinan
Chapter Seventeen: The Divisions of Faith
Bab 18: Kesimpulan—Kesempurnaan Pelepasan Ikatan
Chapter Eighteen: Conclusion – The Perfection of Renunciation

9 Manfaat Membaca Srimad Bhagavad-gita:
1. Mengatasi emosi dan mengikuti kewajiban
2. Menyingkirkan kebodohan melalui pengetahuan
3. Mengembangkan kekuatan batin
4. Pedoman untuk menempuh kehidupan yang seimbang
5. Mengetahui pentingnya suatu tindakan
6. Meditasi dan yoga
7. Pentingnya memiliki seorang guru kerohanian
8. Mengatasi musuh dalam diri 
9. Bersukacita pada pengabdian

Untuk Pemesanan Hubungi:
Hp/ WA (Mahanila Store): http://mahanilastore.blogspot.com
0812-7740-3909 (HP/WA)
0819-9109-9321 (HP Only)

Kami Siap Melayani Anda
Gambar Produk Lainnya :




Happy Grihastha Life


Harga Rp. 75.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Happy Grihastha Life 
http://mahanilastore.blogspot.com

Spesifikasi 

Kategori       : Buku, Happy Grihasta Life, Spiritual, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia, Agama dan Kepercayaan, 
Berat            : 350 gram
Pengarang     : Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada
Judul            : Happy Grihastha Life (Kehidupam Berumah Tangga Yang Bahagia Dalam Perspektif Veda)
Penerbit        : Yayasan Institut Bhaktivedanta Indonesia
Jml Halaman : 54 halaman
Jml Bab        : 2 Bagian
Ukuran          : Medium
Desain Cover : Tipis
Deskripsi       : Happy Grihasta Life From Vedic Perspective

Menurut kesusasteraan Veda, terdapat planet neraka yang disebut dengan Put, dan bagi yang membebaskan seseorang dari tempat itu disebut Putra. Karena itu, tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan putra, atau anak laki-laki yang mampu membebaskan ayahnya, meskipun sang ayah telah jatuh ke planet neraka yang bernama Put.

Tujuan kehidupan berumah tangga dimaksudkan untuk memperoleh anak-anak yang sadar akan Tuhan. Untuk memperoleh Anak yang sadar akan Tuhan, pasangan suami-istri hendaknya menjalani kehidupan yang berkesadaran Tuhan dengan sangat murni dan berkonsultasi dengan otoritas yang lebih tinggi. Mereka hendaknya melaksanakan garbhadana samskara atau upacara pemberian benih sebelum melakukan pembuahan dengan mengucapkan nama suci Tuhan untuk memperoleh anak yang bisa menjadi penyembah Tuhan.

Pernikahan dalam masyarakat Veda dianggap sebagai upacara sakral, hal ini sangat serius - tidak boleh ada perceraian. Suami dan istri hendaknya melakukan segala kegiatan rohani bersama-sama. Suami hendaknya kuat dalam kehidupan rohaninya-secara rohani maju dalam Kesadaran Krishna untuk membimbing keluarganya.

Kehidupan rumah tangga yang ideal dalam Veda, disebut grihasta ashram, yang berarti kehidupan yang berpusat pada Tuhan dimana suami istri hidup bersama secara bahagia untuk saling membantu dalam mencapai kesempurnaan rohani.

- Srila Prabhupada

Gambar Produk Lainnya :



Setelah Berpulangnya Sri Guru



Harga Rp. 75.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Spesifikasi

Kategori       : Setelah Berpulangnya Sri Guru, Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja, Buku, Spiritual, Agama dan Kepercayaan
Berat            : 50 gram
Pengarang     : Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja
Judul            : Setelah Berpulangnya Sri Guru
Penerbit        : Gopal Jiu Publications
Jml Halaman : 37 halaman
Jml Bab        : 6 Bab
Ukuran          : Kecil
Desain Cover : Tipis
Deskripsi :

"Apa yang disebut guru berpulang hanyalah kelihatan berpulang. Guru selalu ada disana. "Saya adalah muridnya yang kekal dan beliau adalah guru saya yang kekal". Hubungan seperti itu ada disana. Apa yang disebut guru berpulang hanyalah kelihatan berpulang, beliau selalu bersama kita. Karena kita memiliki sesuatu hubungan cinta kasih. Meskipun beliau tidak hadir disini, meskipun beliau sudah pergi pulang, kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, dari Vrajabhumi itu, dari Goloka Vrndavan yang kekal itu, beliau melihat muridnya yang tercinta dan mengawasinya."

Didalam Sri Caitanya-caritamrta (madhya 8.248) Sri Caitanya Mahaprabhu bertanya,"Dari berbagai jenis penderitaan, penderitaan yang manakah yang paling menyakitkan?" Untuk hal ini Ramananda Raya menjawab, "krsna-bhakta-viraha vina duhkha nahi dekhi para". (Selain perpisahan dengan para penyembah Sri Krishna, saya tidak tahu adanya penderitaan yang tidak tertahankan lebih dari itu). Dari semua penyembah, Srimad-bhagavatam (11.2.37) menguraikan guru kerohanian sebagai guru-devata-atma. Ista devata pujaan seseorang dan adalah jiwa dan kehidupan orang itu. Buku kecil ini adalah koleksi dari kutipan pelajaran dan tanya jawab yang diberikan oleh Sri Srimad Gour Govinda Swami mengenai topik apakah yang harus dilakukan setelah kejadian yang sangat menyedihkan, yaitu berpulangnya guru kerohanian.

Buku ini juga berisikan masalah berikut:
- menangis dalam hati untuk guru;
- masa gelap setelah berpulangnya guru;
- sikap murid dalam perpisahan dengan guru;
- bagaimana murid selalu menginsafi kehadiran guru; dan
- pentingnya perintah dan pelayanan kepada guru berlanjut.




Gambar Produk Lainnya :



Guru Spiritual dan Murid


Harga Rp. 95.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Spesifikasi

Kategori       : Guru Spiritual dan Murid, Buku, Agama dan Kepercayaan, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada
Berat            : 500 gram
Pengarang     : Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada (Acarya-Pendiri International Society for Krishna Consciousness) 
Judul            : Guru Spiritual dan Murid
Penerbit        : Hanuman Sakti
Jml Halaman : 511 halaman
Ukuran          : Medium
Desain Cover : Tebal
Jumlah Bab    : Lima Bagian
Deskripsi :

GURU SPIRITUAL DAN MURID

Ditengah keadaan penuh kekhawatiran pada bulan-bulan sebelum berpulangnya Srila Prabhupada dari dunia ini, kami, murid-murid dari Beliau Yang Berkarunia Rohani dipaksa merenungkan, dengan lebih dalam daripada sebelumnya, sejumlah pertanyaan mendasar yang sangat penting:

Siapakah Srila Prabhupada itu?
Bagaimanakah kedudukan sang guru spiritual?
Apa artinya menjadi murid dari seorang guru spiritual?
Bagaimanakah sifat dasar hubungan saya dengan Srila Prabhupada? dan terakhir
Bagaimanakah sifat dari hubungan saya dengan guru spiritual setelah berpulangnya beliau secara fisik?
Selama masa-masa yang sulit ini, dan tidak lama setelah berpulangnya Srila Prabhupada, saya berfikir akan menjadi sebuah proyek yang layak untuk dikerjakan jika saya mengkomplilasi petunjuk Srila Prabhupada terkait pokok bahasan tentang Guru dan Murid, sehingga semua murid dari Beliau Yang Berkarunia Rohani dapat menemuka naungan, pelipur lara dan inspirasi dari petunjuk yang mencerahkan yang disampaikan oleh Srila Prabhupada sendiri.


Gambar Produk Lainnya :



Kemuliaan Tulasi - Devi



Harga Rp. 25.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Spesifikasi

Kategori       : Kemuliaan Tulasi - Devi, Buku, Agama dan Kepercayaan, Tulasi
Berat            : 50 gram
Pengarang     : -
Judul            : Kemuliaan Tulasi - Devi
Penerbit        : -
Jml Halaman : 15 halaman
Ukuran          : Kecil
Design Cover : Tipis
Deskripsi :

KEMULIAAN TULASI-DEVI DARI SRI MAHAPURANA PADMA PATALAKHANDA

Inilah percakapan dua kepribadian Agung, Sri Mahesa Thakura (Shiva) dan Devarsi Narada yang mengagungkan Tulasi-devi, dari Srimahapurana Padma Patalakhanda.

Deva Siva bersabda:

Narada Muni yang kucintai, dengarlah dengan penuh perhatian karena kini aku akan mengungkapkan kemuliaan Srimati Tulasi-devi yang maha ajaib kepadamu. Umat yang mendengar kemuliaan Tulasi-devi ini segala dosa-dosanya yang telah bertumpuk sejak kelahiran- kelahirannya yang lampau akan dihancurkan. Dia akan cepat mendapatkan kaki padma Tuhan Sri Radha Krishna.

Daun-daun, kuntum-kuntum bunga, akar, kulit, cabang, ranting, batang dan bayangan Tulasi-devi semuanya rohani. Apabila seseorang yang telah meninggal dibakar dalam api, dengan kayu Tulasi sebagai bahan bakarnya, dia akan mencapai dunia rohani.
Bahkan apabila dia adalah yang paling berdosa dari segala pendosa.

Orang yang akan menyalakan api pembakaran juga akan diselamatkan dari segala reaksi dosanya. Bila ada orang yang mengingat dan mengucapkan nama Tuhan Sri Krishna saat ajal menjemputnya dan menyentuh kayu suci Tulasi, dia akan mencapai dunia rohani.
Ketika jenazah dibakar, bahkan bila hanya sekeping saja kayu Tulasi diletakkan dalam api itu, maka sang roh akan mencapai dunia rohani. Sentuhan Tulasi memurnikan kayu-kayu yang lain. Ketika para Visnuduta (utusan Sri Visnu) melihat api yang memiliki kayu Tulasi terbakar di dalamnya, mereka akan membawa orang itu, yang jenazahnya dibakar, ke Vaikuntha (dunia rohani). Saat kayu Tulasi dibakar, para pesuruh Yamaraja tidak akan ke tempat itu. Orang yang jenazahnya dibakar dengan kayu Tulasi pergi ke kerajaan Tuhan. Dalam perjalanannya para Dewa akan menaburkan bunga-bunga. Hari dan Hara (Visnu dan Siva) akan sangat bahagia melihatnya. Mereka memberi segala berkah kepadanya. Kemudian Tuhan Sri Krishna sendiri akan datang memegang tangannya, dan membawa orang itu ke tempat tinggalNya yang kekal.

Apabila di suatu tempat terdapat kayu Tulasi terbakar, siapapun yang datang ke sana akan disucikan dari segala reaksi dosanya. Bila seorang Brahmana menghaturkan yajna api suci dan meletakkan sebatang kayu Tulasi diantara kayu- kayu yang lain, Brahmana itu akan memperoleh manfaat satu agni hotra yajna setiap biji yang dipersembahkan kepada api.
Orang yang mempersembahkan dupa yang dibuat dari kayu Tulasi kepada Tuhan Sri Krishna akan mendapatkan hasil dari persembahan seratus yajna api suci dan berdana seratus ekor sapi.

Orang yang memasak persembahan kepada Tuhan Sri Krishna diatas api, dengan kayu bakar Tulasi didalamnya, akan mendapat karunia yang sama dengan memasak tumpukan biji- bijian sebesar dan setinggi gunung Meru bagi tiap biji yang dipersembahkannya dengan cara demikian kepada Sri Krishna.

Orang yang menyalakan dipa (lampu) untuk dipersembahkan kepada Tuhan Sri Krishna dengan sekeping kayu Tulasi akan mendapat karunia yang sama dengan mempersembahkan sepuluh juta dipa kepada Sri Krishna. Tiada seorangpun yang lebih dicintai Tuhan Sri Krishna selain dirinya. Orang yang mengurapi Arca (wujud) Tuhan Sri Krishna dengan pasta kayu Tulasi dengan penuh bhakti akan senantiasa hidup dekat dengan Beliau. Orang yang mengoleskan tilaka lumpur dari tempat pohon TuIasi tumbuh pada badannya dan memuja arca Tuhan Sri Krishna, akan mendapat karunia seratus hari pemujaan bagi satu hari pemujaan yang demikian.

Orang yang mempersembahkan Tulasi Manjari mendapatkan segala keberuntungan dari mempersembahkan segala jenis bunga dan setelahnya ia akan pergi ke tempat tinggal Tuhan. Seseorang yang melihat atau datang ke dekat sebuah rumah atau taman tempat tanaman suci Tulasi tumbuh, mendapat pembebasan, dibersihkan dari segala dosa masa lampaunya, termasuk dosa pembunuhan Brahmana sekalipun.

Tuhan Sri Krishna dengan senang hati akan hadir dan bersemayam di rumah itu, kota, atau hutan, tempat Tulasi-devi hadir. Rumah tempat Tulasi hadir, tidak pernah jatuh dalam waktu dan keadaan yang buruk. Atas kehadiran Tulasi-devi tempat itu menjadi lebih murni dari segala tempat suci. Orang yang menanam Tulasi di dekat kuil Sri Krishna, kemanapun harumnya Tulasi dibawa angin, dia akan mensucikan setiap orang yang menciumnya.

Rumah tempat lumpur dari tanah di bawah pohon suci Tulasi tumbuh disimpan, disana semua dewa beserta Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna senantiasa berstana. Dimanapun bayangan pohon TuIasi jatuh, tempat itu disucikan dan adalah tempat terbaik untuk mempersembahkan yajna api suci".

Demikianlah kepribadian Agung Dewa Siva bersabda kepada Narada Muni mengenai "TuIasi Mahatmya", sebagaimana Srimahapurana Padma Patalakhanda menyatakan.



Gambar Produk Lainnya :



Cara Mengenal Guru



Harga Rp. 100.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk Spesifikasi
Kategori        : Cara Mengenal Guru, Buku, Agama dan Kepercayaan, 
Berat            : 50 gram
Pengarang     : Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja
Judul             : Cara Mengenal Guru
Penerbit        : Gopal Jiu Publications
Jml Halaman : 53 halaman
Deskripsi :

Pada permulaan kehidupan rohani, kita dengan tulus hati dan dengan tunduk hati dan penyerahan diri sepenuhnya berdoa kepada Tuhan untuk menerima perlindungan Sri Guru. Tuhan Yang Maha Kuasa merasakan kesungguhan dan pelayanan cinta bhakti kita dengan cara memberikan pandangan untuk membimbing kita ke ajalan yang benar, kemudian mengirimkan guru sejati kepada kita. Jika tidak, adalah sangat mustahil bagi kita untuk mendapatkan Sri Guru dengan kemampuan dan kecenderunagn kita yang selalu melakukan kesalahan. Jika kita berusaha membimbing diri kita dengan tenaga kita sendiri, maka kita akan datang kepada guru yang palsu dan terperangkap oleh sikap manis mereka yang sifatnya sementara, kemudian jatuh ke neraka.

- Srila Bhaktisidhanta Saraswati Thakur Prabhupada
dari Harmonist, Vol. XXVII, No. 5, Okt 1929, hal. 139



Gambar Produk Lainnya :



Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa (Jilid 2)



Harga Rp. 100.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori : Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Buku, Spiritual, Krishna, Agama dan Kepercayaan, 
Berat      : 200 gram
Judul       : Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa (Jilid 2)

Deskripsi :
Saat membaca buku kecil ini maka segera akan terbuka wawasan yang lebih luas mengenai Keperkasaan Tuhan Sri Krishna.






Gambar Produk Lainnya :



Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa (Jilid 1)



Harga Rp. 100.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori : Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Buku, Spiritual, Krishna, Agama dan Kepercayaan, 
Berat      : 200 gram
Judul       : Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa (Jilid 1)

Deskripsi :
Saat membaca buku kecil ini maka segera akan terbuka wawasan yang lebih luas mengenai Keperkasaan Tuhan Sri Krishna.






Gambar Produk Lainnya :



Srimad Bhagavatam Skanda 4 Jilid 2


Harga Rp. 95.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori : Agama & Kepercayaan, Srimad Bhagavatam, Buku
Berat      : 200 gram
Deskripsi : Srimad Bhagavatam Skanda 4 Jilid 2

Dapatkan hanya di Mahanila Store

HP/WA. 081277403909

Gambar Produk Lainnya :


Lautan Manisnya Rasa Bhakti



Harga Rp. 170.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori    : Agama & Kepercayaan, Buku, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Spiritual
Berat         : 500 gram
Deskripsi Lautan Manisnya Rasa Bhakti




Gambar Produk Lainnya :


Mahkota Dewa Sangrai



Harga Rp. 25.000 
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori : Herbal, Mahkota Dewa, Obat, Minuman, Drinks.
Berat : 50 gram
Deskripsi : Mahkota Dewa Sangrai 

Sangat cocok untuk minuman kesehatan Anda.




Gambar Produk Lainnya :







Bhagavad-gita Menurut Aslinya (Medium)


Harga Rp. 165.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori  : Agama & Kepercayaan
Berat       : 500 gram
Deskripsi : Bhagavad-gita Menurut Aslinya (Medium)

Silsilah Keluarga Sri Krishna

Krishna memiliki 16.108 istri dan masing-masing istri melahirkan sepuluh anak laki-laki/putra, mereka seperti ayahandanya Sri Krishna mereka di berkahi kekuatan, keindahan, kebijaksanaan, ketenaran, kekayaan dan penolakan/keangkuhan. Berikut adalah 10 nama-nama putra Sri Krishna dari 8 Ratunya.
Ratu Rukmini, Sri Krishna memiliki sepuluh putra : Pradyumna, Carudesna, Sudesna, Carudeha, Sucaru, Carugupta, Bhadracaru, Carucandra, Vicaru dan Caru. Tak satu pun dari mereka yang rendah dalam kualitas mereka seperti ayahandanya Sri Krishna.
Ratu Satyabhama memiliki sepuluh putra, dan nama-nama mereka adalah sebagai berikut : Bhanu, Subhanu, Svarbhanu, Prabhanu, Bhanuman, Candrabhanu, Brhadbhanu, Atibhanu, Sribhanu dan Pratibhanu.
Ratu Jambavati, memiliki sepuluh putra yang dipimpin oleh Samba. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut : Samba, Sumitra, Purujit, Satajit, Sahasrajit, Vijaya, Citraketu, Vasuman, Dravida dan Kratu. Sri Krishna secara khusus sangat sayang kepada putra-putra Jambavati.
Ratu Satya, putri Raja Nagnajit, Sri Krishna memiliki sepuluh putra. Mereka adalah sebagai berikut : Vira, Candra, Asvasena, Citragu, Vegavan, Vrsa, Ama, Sanku, Vasu dan Kunti. Di antara mereka, Kunti adalah yg terkuat.
Ratu Kalindi dan putra-putra mereka adalah sebagai berikut : Sruta, Kavi, Vrsa, Vira, Subahu, Bhadra, Santi, Darsa, Purnamasa dan yang termuda, Somaka.
Ratu Laksmana, putri Raja provinsi Madras, dia melahirkan sepuluh putra, nama-nama mereka : Praghosa, Gatravan, Simha, Bala, Prabala, Urdhvaga, Mahasakti, Saha, Oja dan Aparajita.
Ratu Mitravinda memiliki sepuluh putra. Mereka adalah sebagai berikut : Vrka, Harsa, Anila, Grdhra, Vardhana, Unnada, Mahamsa, Pavana, Vahni dan Ksudhi.
Ratu Bhadra memiliki sepuluh putra, nama-nama putranya : Sangramajit, Brhatsena, Sura, Praharana, Arijit, Jaya, Subadra, Vama, Ayur dan Satyaka.
Selain delapan ratu kepala, Sri Krishna memiliki 16.100 istri lainnya, dan semua dari mereka masing-masing memiliki sepuluh putra.

Putra tertua dari Rukmini yaitu Pradyumna, menikah dengan Mayavati, dan setelah itu ia menikah lg dengan Rukmavati, putri dari paman dari pihak ibu, Rukmi (kakak Rukmini). Dari Rukmavati, Pradyumna memiliki seorang putra bernama Aniruddha. Rukmi, kakak dari Rukmini istri pertama Sri Krishna, dalam pertarungannya dengan Sri Krishna sangat dilecehkan dan dihina, tapi atas permintaan Rukmini hidupnya diselamatkan. Sejak saat itu Rukmi menyimpan dendam besar terhadap Sri Krishna dan selalu bertentangan dengan-Nya. Namun demikian, putrinya Rukmi menikah dengan putra Sri Krishna, dan cucu Rukmi menikah dengan cucunya Sri Krishna anak dari Aniruddha. Kenyataan ini tampaknya menakjubkan bagi Maharaja Pariksit ketika ia mendengar dari Sukadeva Gosvami . " Saya terkejut bahwa Rukmi dan Sri Krishna, yang begitu sangat bertentangan satu sama lain, bisa lagi dipersatukan oleh hubungan perkawinan antara keturunan mereka. " Maharaja Pariksit ingin tahu tentang misteri kejadian tersebut, dan karena itu ia bertanya lebih lanjut kepada Sukadeva Gosvami. Karena Sukadeva Gosvami adalah seorang yogi dan tidak akan menyembunyikan wawasan pengetahuannya. Seorang yogi yang sempurna seperti Sukadeva Gosvami dapat melihat masa lalu, sekarang dan masa depan di semua rincian. Ketika Maharaja Pariksit bertanya kepada Sukadeva Gosvami, Sukadeva Gosvami menjawab sebagai berikut :

Rukmavati, tidak bisa memilih suami selain Pradyumna (putra tertua dari Sri Krishna yg lahir dari Rukmini) dalam svayamvar/sayembara karena Pradyumna begitu tampan dan menarik hati. Oleh karena itu, dalam pertemuan seleksi Rukmawati memberikan karangan bunganya kepada Pradyumna di hadapan semua pangeran lainnya. Ketika ada perkelahian antara para pangeran, Pradyumna keluar sebagai pemenang dan karena itu Rukmi terpaksa memberikan putrinya yang cantik kepada Pradyumna. Meskipun permusuhan selalu menyala di hati Rukmi karena ia dihina oleh Sri Krishna dalam penculikan adiknya, Rukmini. Ketika putrinya memilih Pradyumna sebagai suami, Rukmi tidak bisa menolak dan menyetujui upacara pernikahan, yg sebenarnya hanya untuk menyenangkan adiknya, Rukmini. Selain kesepuluh anak yang dijelaskan di atas, Rukmini memiliki satu putri yang cantik dengan mata besar dan ia menikah dengan putra Krtavarma, yang bernama Bali.

Meskipun Sri Krishna adalah musuh yang bebuyutan Rukmi, ia memiliki kasih sayang yang besar kepada adiknya, Rukmini, dan ia ingin menyenangkan hatinya dalam segala hal. Ketika cucu Rukmini, Aniruddha akan menikah, Rukmi menawarkan Rocana cucunya untuk menikah dengan Aniruddha. Pernikahan tersebut antara sepupu langsung sangat tidak disetujui oleh kitab pustaka Weda, tetapi untuk menyenangkan Rukmini, Rukmi menawarkan putrinya dan cucu ke anak dan cucu dari Sri Krishna. Ketika negosiasi pernikahan Aniruddha dengan Rocana selesai, pesta pernikahan besar dilaksanakan. Dimulai dari Dvaraka mereka melakukan perjalanan sampai Bhojakata, wilayah yg Rukmi telah dijajah setelah adiknya setelah diculik oleh Sri Krishna. Pesta perkawinan ini dipimpin oleh kakeknya yaitu Sri Krishna, didampingi oleh Baladewa/Balarama, serta istri pertama Sri Krishna, Rukmini, anaknya Pradyumna, anak Jambavati yaitu Samba serta banyak kerabat dan anggota keluarga lainnya. Mereka tiba di kota Bhojakata  dan upacara perkawinan dilaksanakan.

Raja Kalinga adalah teman Rukmi dan ia memberi trik kecurangan untuk mengalahkan Balarama dalam pertaruhan bermain catur. Di antara para raja, taruhan dan perjudian di catur merupakan hal yg lumrah. Jika seorang teman menantang untuk bermain di papan catur, teman tidak bisa menolak tantangan. Sri Balarama bukanlah pemain catur yang ahli. dan Raja Kalinga menyarankan Rukmi untuk membalas dendam terhadap anggota keluarga Sri Krishna dengan menantang Baladewa dalam bermain catur. Meskipun bukan pemain catur yang ahli, Sri Balarama sangat antusias. Ia menerima tantangan Rukmi. Taruhannya adalah koin emas. Pertama-tama Balarama ditantang dengan 100 koin, kemudian 1.000 koin, selanjutnya 10.000 koin. Balarama kalah. Pada saat itu Raja Kalinga dan Rukmi memperoleh kesempatan untuk mengolok Sri Krishna dan Balarama. Raja Kalinga berbicara dengan nada bercanda dan sengaja memperlihatkan giginya ke Balarama dan mengolok dengan menyebutnya pecundang dalam permainan. Balarama bisa sedikit toleran dengan kata-kata bercandaan itu. Namun Ia menjadi agak gelisah ketika Rukmi menantangnya lagi dengan taruhan dari 100.000 koin emas. Untungnya, kali ini Balarama menang. Meskipun Balarama menang dari kelicikan Rukmi, namun Rukmi mengklaim bahwa Balarama sendirilah yang licik dan pecundang dan seharusnya ia lah yang menang. Karena kebohongan ini, Balarama menjadi sangat marah. Amarahnya yang besar muncul seperti gelombang pasang di laut pada hari bulan purnama. Mata Balarama adalah memerah dan seketika Ia menjadi gusar dan matanya menjadi lebih kemerahan. Kali ini Balarama menantang dan membuat taruhan sebesar 100.000.000 koin emas.

Balarama menang lagi menurut aturan catur, tapi Rukmi licik mulai mengklaim bahwa ia lah pemenangnya. Selama pertengkaran itu ada suara ilahi menggema dari atas dan mengumumkan bahwa dalam permainan ini pemenang sebenarnya adalah Balarama, sedangkan klaim Rukmi yang menyatakan kemenangannya adalah benar-benar palsu.

Meskipun begitu, Rukmi bersikeras bahwa Balarama telah kalah. Rukmi mulai berkata mencemooh, "Balarama, Anda dua bersaudara, anak laki-laki gembala sapi saja mungkin sangat ahli dalam merawat sapi, tapi bagaimana bisa Anda menjadi ahli dalam bermain catur atau menembakkan panah di medan perang ? Mendengar perkataan semacam itu, ruangan mulai bergemuruh dengan tawa keras dari semua yang hadir di sana. Balarama menjadi sangat marah. Ia segera mengambil senjatanya, tanpa bicara lebih lanjut, dengan senjatanya Balarama memukul kepala Rukmi. Hanya satu pukulan saja, Rukmi jatuh dan mati. Rukmi dibunuh oleh Balarama pada upacara pernikahan Aniruddha.

Raja Kalinga menjadi sangat takut bahwa ia akan menjadi korban berikutnya, ia akan melarikan diri dari tempat kejadian. Sebelum ia dapat melangkah, Balarama segera menangkapnya dan karena Raja Kalingan selalu menunjukkan giginya ketika mengolok-olok Balarama dan Sri Krishna. Dengan segera Balarama merontokkan semua gigi Raja Kalinga dengan senjatanya itu. Para pangeran lain yang mendukung Raja Kalinga dan Rukmi juga ditangkap. Balarama memukuli mereka semua dengan senjatanya. Mereka tidak mencoba untuk membalas tapi pikir bijaksana dengan melarikan diri dari kejadian berdarah tersebut.

Selama perselisihan antara Balarama dan Rukmi, Sri Krishna tidak mengucapkan sepatah kata pun, karena Dia tahu bahwa jika Dia mendukung Baladewa, Rukmini akan bahagia dan jika Dia mengatakan bahwa pembunuhan Rukmi tidak adil, maka Baladewa akan bahagia. Oleh karena itu, Sri Krishna diam. Diapun tidak mengubah hubungan kasih sayang-Nya dengan Balarama ataupun dengan Rukmini.

Bhagavad-gita Menurut Aslinya
Bhagavad-gita As It Is

His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda
Founder Ācārya of the International Society for Krishna Consciousness


Bab 1: Meninjau Tentara-tentara di Medan Perang Kuruksetra
Chapter One: Observing the Armies on the Battlefield of Kurukṣetra
Bab 2: Ringkasan Isi Bhagavad-gita
Chapter Two: Contents of the Gītā Summarized
Bab 3: Karma-yoga
Chapter Three: Karma-yoga
Bab 4: Pengetahuan Rohani
Chapter Four: Transcendental Knowledge
Bab 5: Karma-yoga—Perbuatan dalam Kesadaran Krishna
Chapter Five: Karma-yoga – Action in Kṛṣṇa Consciousness
Bab 6: Dhyana-yoga
Chapter Six: Dhyāna-yoga
Bab 7: Pengetahuan Tentang Yang Mutlak
Chapter Seven: Knowledge of the Absolute
Bab 8: Cara Mencapai Kepada Yang Mahakuasa
Chapter Eight: Attaining the Supreme
Bab 9: Pengetahuan Yang Paling Rahasia
Chapter Nine: The Most Confidential Knowledge
Bab 10: Kehebatan Tuhan Yang Mutlak
Chapter Ten: The Opulence of the Absolute
Bab 11: Bentuk Semesta
Chapter Eleven: The Universal Form
Bab 12: Pengabdian Suci Bhakti
Chapter Twelve: Devotional Service
Bab 13: Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan Kesadaran
Chapter Thirteen: Nature, the Enjoyer and Consciousness

Bab 14: Tiga Sifat Alam Material
Chapter Fourteen: The Three Modes of Material Nature
Bab 15: Yoga Berhubungan dengan Kepribadian Yang Paling Utama
Chapter Fifteen: The Yoga of the Supreme Person
Bab 16: Sifat Rohani dan Sifat Jahat
Chapter Sixteen: The Divine and Demoniac Natures
Bab 17: Golongan-golongan Keyakinan
Chapter Seventeen: The Divisions of Faith
Bab 18: Kesimpulan—Kesempurnaan Pelepasan Ikatan
Chapter Eighteen: Conclusion – The Perfection of Renunciation



Gambar Produk Lainnya :



Mahanila Store (Head Office: Batam, Virtual Office: Tabanan - Bali)

Thank you for visiting Mahanila Store and see you again.
Kunjungan dan belanja Anda sangat kami apresiasi. Semoga kunjungan hari ini berkesan dan kunjungan berikutnya lebih menyenangkan. Bersama Anda kami merasa sangat berharga.

TEMUKAN TOKO KAMI DI :


Temukan Kami FACEBOOK SHOPCART Temukan Kami di TWITTER SHOPCART Temukan Kami di INSTAGRAM SHOPCART Temukan Kami di BUKALAPAK SHOPCART Temukan Kami di TOKOPEDIA SHOPCART
KIRIM KE REKENING KAMI MAHANILA STORE

TESTIMONIAL TOKO KAMI:


LIHAT TESTIMONIAL LAINNYA

JASA EKSPEDISI PENGIRIMAN:


Jasa Pengiriman JNE SHOPCART Jasa Pengiriman TIKI SHOPCART Jasa Pengiriman POS INDONESIA SHOPCART Jasa Pengiriman FEDEX SHOPCART Jasa Pengiriman DHL SHOPCART
Selamat Datang di Website Toko Online kami. Mahanila Store adalah Toko Online segala macam produk HARIAN ANDA untuk Bisnis Jual-Beli Online, Buku, Pakaian, Makanan, Minuman, Elektronik, Rumah, Mobil, Motor, Spare Parts, Kerajinan, Kaos, Souvenir, Cinderamata, Vitamin, Nutrisi, Body Care dan Obat-obatan Herbal. Dapatkan Produk-produk Anda di Mahanila Store khusus untuk Anda sekarang juga..!
Cara Belanja di TOKO KAMI

Temukan Toko Kami disini:
Temukan Kami di OLX tokospot Temukan Kami di LAZADA tokospot Temukan Kami di SHOPEE tokospot Temukan Kami di KASKUS tokospot Temukan Kami di BLIBLI tokospot
Copyright © 2017. Premium Blogger or Blogspot Template | MahanilaTemplate - All Rights Reserved
Copyright © 2017. Mahanila Store-Mahanila Enginering Group.- All Rights Reserved.